Akun Rukis Yanto Dipolisikan 

0
998
LAPOR : Akun facebook Rukis Yanto yang dipolisikan warga. Insert pelapor menyampaikan laporan dengan sangkaan pencemaran nama baik dan ada unsur black campaign

KOTA MANNA – Black campaign atau kampanye hitam di media sosial Facebook, mendekati Pilkada serentak di Bengkulu Selatan (BS) pada 9 Desember 2020, mulai terjadi. Bahkan, akun FB Rukis Yanto, dengan foto profil salah satu paslon bupati dan wakil bupati di Pilkada BS, kemarin dilaporkan ke Mapolres BS.

Baca Juga: Rumah Terbakar, Siswa SDLB Meninggal

Akun FB Rukis Yanto dilaporkan dengan sangkaan pencemaran nama baik oleh Syaifudin Johari (51), warga Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Kota Manna. Alasannya melapor lantaran gambar yang diposting di akun FB Rukis Yanto tersebut adalah baliho salah satu paslon yang dipasang di hadapan rumahnya.

Tidak hanya itu, kalimat yang ditulis di postingan tersebut juga dianggap telah meresahkannya lantaran dianggap menjelekkan tempat usaha miliknya. “Saya sudah laporkan akun atas nama Rukis Yanto kepada pihak kepolisian. Soalnya postingan akun facebook itu menghina dan mencemarkan nama baik saya,” tegas Johari.

LAPOR : Akun facebook Rukis Yanto yang dipolisikan warga. Insert pelapor menyampaikan laporan dengan sangkaan pencemaran nama baik dan ada unsur black campaign

Setelah menyampaikan laporan tersebut ke polisi, Johari menyerahkan proses sepenuhnya ke pihak berwajib. Ia berharap admin akun facebook tersebut dapat diungkap dan diproses sesuai aturan yang berlaku. “Sebagai warga negara, saya menyerahkan proses laporan ini ke polisi. Saya sangat berharap orang dibalik akun facebook tersebut ditangkap dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kapolres BS AKBP Deddy Nata.SIK melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi Fitrianto, SH SIK disampaikan Kanit Pidum Ipda M.Bintang Azhar, S.Trk membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan dari tersebut sudah kami terima,” kata Kanit Pidum. Dalam laporan ini, polisi membutuhkan waktu. Sebab identitas admin akun facebook tersebut tidak diketahui.

Pihaknya perlu melacak admin akun tersebut dengan cara khusus yang memanfaatkan teknologi IT kepolisian. “Kalau nanti admin akun facebook sudah diketahui, tentu akan ditangkap dan diproses. Perbuatannya itu dapat dijerat pasal 27 ayat (3) Undang-Undang ITE,” tutup Kanit Pidum.

Sementara itu, dari penelusuran Rasel di akun FB Rukis Yanto, postingan yang diduga berisi black campaign diposting pada Rabu (14/10) pukul 12.02 WIB. Dalam postingan itu, terdapat kalimat disertai foto yang menampilkan Ruko dua lantai yang disamping Ruko tersebut berdiri baliho ukuran besar salah satu paslon di Pilkada BS.

Hingga kemarin, postingan sudah mendapat puluhan komentar yang mayoritas menyayangkan postingan akun FB Rukis Yanto karena bisa memperkeruh suasana Pilkada BS yang saat ini berjalan aman dan kondusif. (yoh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here