38 Siswa Tidak Hadir USBN

0
714
USBN : Pelaksanaan USBN di SMAN 2 BS menerapkan sistem komputer. Sedangkan di SMKN 3 BS masih berbasis kertas dan pensil

KOTA MANNA – Menikah, tanpa keterangan atau sudah keluar sekolah dan sakit, menjadi alasan 38 siswa peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA sederajat tidak hadir. Data terhimpun, untuk jenjang SMA dan MA jumlah siswa yang tidak hadir sebanyak 27 siswa dari total peserta USBN sebanyak 2.072 siswa.
Sedangkan jenjang SMK jumlah peserta USBN yang tidak hadir sebanyak 11 siswa dari total peserta ujian sebanyak 576 siswa. Saat ini pelaksanaan USBN jenjang SMA sederajat sedang berlangsung. USBN digelar sejak 19 Maret dan berakhir pada 26 Maret mendatang.
Ketua MKKS SMA BS, Tarman Hayadi M.Pd mengatakan, untuk jenjang SMA/MA dari total 27 peserta ujian yang tidak hadir sebanyak 2 siswa diantaranya sedang sakit. Sementara siswa lainnya ada yang sudah keluar atau drop out dan menikah. “Nah untuk yang sakit ini nanti bisa ikut USBN susulan yang rencananya dilaksanakan April nanti,” kata Tarman.
Tarman menyebut, USBN wajib diikuti siswa peserta Ujian Nasional (UN) sebagai syarat mutlak penentu kelulusan siswa. Siswa yang tidak ikut USBN maka dipastikan tidak lulus UN. “Kalau yang tidak ikut tanpa keterangan atau drop out dipastikan gagal mengikuti UN dan dinyatakan tidak lulus. Ya mereka saat pendataan peserta ujian memang masih bersekolah. Nah saat pelaksanaan sudah keluar,” ujar Tarman.
Ia mengaku selama USBN berlangsung tidak ada masalah atau kendala yang dihadapi. Khususnya di SMAN 2 BS yang menerapkan USBN berbasis komputer. “Kalau di SMAN 2 USBN nya sudah menggunakan sistem komputer. Sedangkan di sekolah lain masih menggunakan kertas dan pulpen,” terang Tarman. Terpisah Ketua MKKS SMK BS, Drs Ikhwanuddin mengatakan, jenjang SMK dari 11 peserta USBN yang tidak hadir satu siswa diantaranya sudah meninggal dunia.
Sementara 10 siswa lagi tidak hadir rerata sudah dinyatakan keluar dari sekolah. Untuk jenjang SMK, sebut Ikhwanuddin, seluruh SMK negeri dan swasta masih menerapkan sistem kertas dan pensil. “Siswa yang tidak hadir dipastikan tidak lulus UN karena tidak mengikuti USBN. Untuk pelaksanaan hingga hari ini (kemarin) semuanya lancar tidak ada kekurangan dokumen soal atau kesalahan lainnya. Seluruh pelaksanaan berjalan lancar,” demikian Tarman. (cas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here